Ngadu Ide #2: Modal Utama dalam Usaha ~ Belanja Dan Order Kaos Online

Ngadu Ide #2: Modal Utama dalam Usaha


Bandung - Acara talkshow yang membahas wirausaha dan ide kreativitasnya Ngadu Ide (Ngobrol Asyik Dunia Usaha) kembali diadakan untuk ketiga kalinya. Event talkshow yang digelar secara regular ini bertempat di Boemi Nini, Jalan Purnawarman No 70 Bandung pada Jum’at malam (2/12) lalu. Untuk Ngadu Ide kali ini menghadirkan narasumber yang sudah berpengalaman dibidangnya yaitu Perry Tristianto (pemilik sejumlah Factory Outlet di Bandung) dan Sutan Siregar (Lembaga Pembiayaan Tekno Modal Ventura). Pembahasan Ngadu Ide #3 ini lebih membahas tentang modal dalam memulai sebuah usaha.
Acara yang dipandu oleh moderator Ben Wirawan (pendiri clothing Mahanagari) berlangsung sangat menarik. Para narasumber dengan antusias menceritakan pengalaman serunya masing-masing di hadapan puluhan anak muda yang memadati Boemi Nini malam itu. Dalam acara sharing para narasumber membongkar kunci kesuksesannya dan modal utama ketika memulai usaha. Perry Tristanto membeberkan rahasia dan pengalamannya dalam usaha hingga kini memiliki berbagai factory outlet (FO) yang tersebar di Bandung seperti The Secret, The Summit, Formen, Rich & Famous, dan masih banyak lagi bidang usaha lainnya. Atas prestasinya, Perry pun kerap dikenal sebagai Raja FO Bandung. Sementara pembicara kedua, Sutan Siregar dari Tekno Modal Ventura membeberkan soal pengalamannya di bidang permodalan. 
    
Acara yang dimulai sekitar pukul delapan malam ini dimulai dengan pengalaman Perry yang bercerita soal awal mulanya memulai usaha. Ia pertama kali memulai usaha di pinggir jalan sebelum mulai mendirikan FO setelah perusahaan rekaman tempatnya bekerja ditutup akibat maraknya pembajakan.  
    
“Dulu awalnya saya jualan kaus di pinggir jalan, karena jaringan saya dulunya adalah toko kaset, maka terpikir untuk menjual pakaian di toko kaset. Karena selama ini jual pakaian kan di toko pakaian, saya berusaha menciptakan pasar yang baru dan berbeda,” ujar Perry yang merupakan alumnus Stanford College Singapura. 
    
Perry menuturkan ada beberapa modal penting dalam memulai usaha selain modal yang bersifat materi seperti uang atau bangunan. Menurutnya, modal paling penting yang harus dimiliki yaitu Sumber Daya Manusia (SDM) dan jaringan (network). Dua hal itu menjadi fondasi penting dalam melebarkan usahanya hingga kian membesar. 
    
“SDM merupakan modal yang tak ternilai karena bersifat pengetahuan dan skill. Untuk itu sebisa mungkin, kita harus memberikan transfer ilmu kepada karyawan-karyawan kita. Jangan takut tersaingi, jadikan mereka partner dan rangkul mereka,” ujar Perry. “Selama saya memulai usaha, jaringan atau networking juga penting. Banyak gaul dan mengamati sekitar apa yang sedang trendi. Bisnis saya besar pun karena itu,” lanjutnya.
Perry membeberkan bahwa usaha-usahanya semakin melebar mulai dari bidang pakaian, kuliner, hingga wisata karena kemampuannya dalam melakukan jejaring. “Saya bikin Rumah Sosis, emangnya saya bisa bikin sosis? Yah, nggak bisa. Tapi karena saya kenal dengan yang bikin sosis enak, maka saya yang bikin Rumah Sosis sedangkan makanannya dari teman saya yang jago masak sosis,” beber Perry. “Kita harus pintar bagaimana memasarkan produk-produk itu. Intinya sih seperti itu”.
Sementara itu, Sutan Siregar menjelaskan soal modal dan tetek bengek pinjaman untuk memulai usaha. Menurut Sutan, banyak pengusaha muda yang terlalu sembrono untuk mengajukan pinjaman ke bank atau lembaga pembiayaan. Maka tak aneh lebih banyak yang ditolak. 
    
“Kalau sampai ditolak nggak mungkin kesalahannya dari bank atau lembaga pemberi modal. Kesalahan itu pasti dari Anda,” ujar pria lulusan ITB Bandung ini. 
    
Ada beberapa jenis pinjaman yang bisa dilakukan secara bertahap yaitu pinjaman dari kenalan (koneksi), microfinance, venture capital, bank, dan pinjaman Negara atau Ibu Pertiwi. Menurut Sutan ada beberapa hal yang dilihat dari suatu lembaga pembiayaan untuk mencairkan modal kepada peminjam. 
    
“Yang paling penting kemampuan presentasi. Lembaga Pembiayaan itu kan bakal melihat dulu bagaimana bidang usahanya, seperti apa pasarnya, sejauh mana profitnya. Intinya untuk mengajukan pinjaman ke lembaga pembiayaan maka harus ada pasarnya dan kemudian ada di mana seleranya,” papar Sutan yang sudah malang melintang bekerja di pelbagai bank dan lembaga pembiayaan. 
    
Jaringan juga merupakan modal yang paling penting ketika mengajukan pinjaman. Jaringan yang luas akan memudahkan pencairan modal, apalagi sudah berjejaring dengan investor-investor yang memang sudah dikenal oleh masyarakat luas. 
    
“Modal yang tak boleh dilupakan juga yaitu jaringan. Sudah sejauh mana kita berjejaring dan berkomunikasi dengan pihak-pihak lainnya. Apakah terpercaya atau tidak. Makanya kita sebisa mungkin siapkan surat-surat kontrak yang ada dan laporan keuangan untuk berkomunikasi dengan investor. Soal mengajukan pinjaman itu hanya masalah kepercayaan saja kok,” ujar Sutan. 
    
Pada poin terakhir Perry membeberkan beberapa kiat dalam memulai usahanya. Menumbuhkan semangat wirausaha dan membuka wawasan baru adalah hal yang tak boleh dilupakan. Jiwa atau semangat dalam berwirausaha merupakan modal utama yang perlu ditanamkan terlebih dahulu untuk memulai usaha. 
    
“Wirausaha itu jiwa. Untuk itu kita harus peka dalam menumbuhkan brand. Diantaranya dengan terbuka pada informasi yang baru. Kemudian service atau pelayanan kita sebagai pengusaha juga penting dan harus ditingkatkan. Intinya selagi muda, do something dan mulai berkarya, dan jangan lupa untuk memperbanyak wawasan,” ujar Perry memberikan beberapa kiat pentingnya dalam berwirausaha.