Ngadu Ide vs Pidi Baiq ~ Belanja Dan Order Kaos Online

Ngadu Ide vs Pidi Baiq


Bandung- Ada yang berbeda dari Ngadu Ide kali ini, yaitu karena hadirnya Pidi Baiq, seseorang yang menasbihkan dirinya sebagai Imam Besar The Panas Dalam. Pidi mungkin bukan seorang pengusaha tulen, dia adalah seorang desainer, penulis, pencipta lagu, dan lainnya. Tapi dia diundang karena sering memiliki ide-ide kreatif dan orisinal (baca: gila).
Berbagai gagasannya itu selalu disampaikan dengan cara yang kocak serta membalikan logika yang ada. Namun jika direnungkan, sesableng apapun ucapannya selalu saja terkandung suatu nilai kejujuran dan kebenaran di dalamnya. Itulah hebatnya Pidi Baiq. Dan di Ngadu Ide #8 kali ini selain dia dihadapkan pada para peserta Teras Ide, untuk mengetes bagaimana ide usaha mereka, dia juga membeberkan beberapa rahasianya.
Ngadu Ide sendiri merupakan singkatan dari “Ngobrol Asik Dunia Usaha dan Ide”, dan selalu diadakan pada hari Jumat pertama di setiap bulan. Event ini diselenggarakan sebagai ajang berkumpulnya para pengusaha ataupun calon pengusaha dalam suasana yang santai. Di sana mereka dapat berkenalan dan memperlebar jaringan, berkonsultasi, atau bahkan sekedar menambah pengetahuan mengenai usaha atau ide baru di Teras Ide.
Di Teras Ide disediakan suatu ruang bagi siapa pun yang ingin menunjukan usaha atau pun ide yang dimilikinya. Para peserta Teras Ide di Ngadu Ide #8 ini, antara lain: Ayam Bakar Samara, DC Products, Demi Ucok, Doktor Promo, Nonton or Not, Petakita, Ranginang Rasa, Terminal Koffie, dll. Mereka inilah yang kemudian berpresentasi pada para pengunjung sambil juga dikomentari oleh Pidi Baiq.
Secara keseluruhan komentar Pidi terhadap para peserta Teras Ide adalah keren. Menurutnya yang penting itu adalah memulai. “Semua juga berawal dari 0 kemudian 1, 2, 3 dan seterusnya” ujarnya, “ Kalau kita tidak mulai menghitung kita tidak akan mulai”.
Lebih lanjut Pidi mengungkapkan bahwa menjadi kreatif itu sederhana. Tapi kita seringkali terlalu membuatnya rumit dengan berbagai persoalan teknis. Baginya yang penting adalah mengerjakan saja dulu.
“Mick Jagger (vokalis Rolling Stones, red.) itu tidak tahu apa-apa tapi bisa merubah dunia, apa artinya jika bandingkan dengan guru yang banyak tahu tapi tidak dapat mengubah apa-apa” cetusnya.
Pidi tidak bermaksud menyinggung profesi guru. Dia hanya mengambil contoh suatu profesi yang memiliki banyak pengetahuan ketimbang Mick Jagger yang tidak tahu apa-apa. Dia menekankan agar kita melakukan segala sesuatu karena stimulus dari dalam, bukan stimulus luar seperti halnya uang.
“Uang akan nyamperin, kawan juga, itu karena kualitas karyamu. Uang adalah efek kehebatan diri. Tapi karena uang yang selalu didahulukan segalanya jadi ribet” jelasnya.
Pada satu sesi tadinya Pidi akan menghibur para pengunjung dengan membawakan sebuah lagu. Tapi karena gitarnya tidak beres suaranya, dia jadi urung melakukannya. Sambil bersoloroh dia menyangka ada seseorang yang sengaja mengubah stem-an gitarnya sebelum dia mengambilnya. Akhirnya, Pidi pun kembali “berdakwah”.
Rahasia yang diungkapkan Pidi pada Ngadu Ide #8 kali ini adalah bagaimana dia mendapatkan uang. “Banyak yang tidak tahu kalau saya mendesain kaos,” katanya. ”Tapi desain itu saya jual ke luar negeri. Dari buku yang saya tulis juga saya mendapatkan uang”
Mengenai proses penerbitannya Pidi bercerita dia mendatangi penerbit dan berkata: “Terbitin atau kalau tidak saya musuhi” candanya. “Mereka bilang 2500 saja dulu ya. OK kata saya, tapi ternyata dalam seminggu juga sudah habis. Mereka tidak tahu itu karena saya sudah meng-calling saudara-saudara saya”. Disambut tawa seluruh pengunjung.
Selain itu Pidi sering melakukan konser bersama The Panas Dalam dan sering juga diundang sebagai pembicara meskipun dia mengaku selalu tidak mengetahui temanya. Baginya semua menjadi ribet kalau dibuat terlalu serius, dan hidup baginya adalah bermain-main. “Tanpa ada anak nakal, reuni sekolah tidak akan rame” ujarnya.
“Jika ditanya oleh malaikat nanti di alam kubur, dan memberikan jawaban yang salah. Malaikat itu akan saling bertanya, ‘Eh dia itu bercanda atau serius?’ ” candanya.
Bersama The Panas Dalam Pidi sering diundang untuk tampil di TV. Tapi dia menolak dengan mengatakan bahwa dia tidak ingin masuk TV, tapi ingin masuk surga. Dengan suatu perumpamaan dia memberikan alasan bahwa, “Samudra itu luas, tapi kalau kami ikan dari empang, tempat kami bukan di lautan”.
Satu hal lagi Pidi juga tergabung dengan grup parodi P-Project. Dia sering memberikan berbagai gagasan pada mereka, dan itu pun menjadi suatu penghasilan.  “Dari ide dan gagasan aku jadi banyak uang” ucapnya.
Lalu dari mana ide dan gagasan itu datang? Sederhana sekali. Pidi menjelaskan bahwa ide dan gagasan akan lahir jika kita berpikir out of the box atau dalam istilahnya sekedar membelokkan pikiran kita. Dan apapun yang datang dari stimulus dalam akan selalu kreatif juga orisinal.   
Sebagai penutup Pidi menyimpulkan bahwa semua usaha dan ide yang dimiliki para peserta Teras Ide ataupun yang lainnya sudah baik, dan semuanya akan menunggu perbaikan. Terus-menerus akan dievaluasi. Namun baginya yang penting adalah bukan berhasil atau tidak, tapi mau mulai melakukannya.
Berkat Pidi banyak tawa yang membahana sepanjang acara Ngadu Ide #8 kali ini. Tapi bukan itu saja pengalaman yang kita bawa pulang, lebih lanjut siapapun akan terinspirasi dan termotivasi oleh pemikiran-pemikiranya. Agar tidak mengutamakan uang dan menjadikan stimulus dalam sebagai modal. Agar suatu hari nanti kita juga bisa berkata bahwa “Dari ide dan gagasan aku jadi banyak uang”.